KPPU Balikpapan, Pemda Perlu Persingkat Rantai Distribusi Cabai

BALIKPAPAN—Guna menekan harga cabai yang kini masih tinggi, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Balikpapan menilai perlu memperpendek rantai distribusi ke pasar. Hal itu disampaikan Kepala KPPU Balikpapapan, Ahmad Muhari.
 Ketua KPPU Balikpapan Ahmad Muhari.
 Dia menjelaskan rantai distribusi untuk cabai hingga ke pasar cukup panjang, akibatnya harga yang diterima dipasar sudah tinggi. “Kalau bisa rantai distribusinya dipotong, karena kalau panjang yang untung bukan petani,” katanya Selasa, (28/2/2017).

Disebutkan Muhari, rantai distribusi cabai dari petani, tenggulak, pedagang  besar, kemudian ke pasar. Untuk menekan harga cabai, pihaknya juga sudah menyampaikan kepada kelompok petani untuk mengatur pola tanam selain itu petani bermitra dengan perusahaan pengolah cabai kemasan sehingga pola tanam lebih teratur dan kepastian pembelian dari perusahaan pengolahan cabai.

“Kita sudah sampaikan agar pola tanam lebih teratur dan pembeli sehingga harga lebih stabil karena sudah ada kepastian pembelian bukan kepada tengkulak,” tandasnya.

Sementara itu, untuk daerah seperti Balikpapan yang produksi cabainya terbatas dapat melakukan kerjasama antar daerah penghasil cabai.

“Kondisi Balikpapan berbeda dengan daerah lainnya. Jika kondisi di daerah lagi kurang kami bisa langsung pemda. Kemudian Pemda langsung kontak ke daerah produsen untuk mensuplai langsung, tanpa harus masuk ke rantai distribusi. Seperti cabai  belum, tapi kalau bawang merah sudah pernah kunjungan ke Tegal,” tutupnya.
Jurnalis: Ferry Cahyanti/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ferry Cahyanti, cendananews.com