Harga Wortel Naik 400%, Pedagang Pasar Butun: Mana Mau Pemkot Peduli

Harga Wortel Naik 400%, Pedagang Pasar Butun: Mana Mau Pemkot Peduli

Ibu Sholehah, pedagang di Pasar Butun Balikpapan. (klik)

 

Balikpapan – Setiap Ramadhan, masyarakat selalu dikeluhkan dengan kenaikan harga kebutuhan pokok. Namun, tahun ini dinilai lebih parah dibanding sebelumnya.

Salah satunya, kenaikan harga wortel yang mencapai empat kali lipat atau 400 %. Kalau normal harga per kilogramnya di kisaran Rp 12-12,5 ribu. Kini, harganya melonjak jadi Rp 50 ribu per kilogram.

“Kami ngambilnya Rp 50 ribu dari . Berapa harus kami jual, makanya hari ini saya tak berani ambil wortel dulu,” keluh Sholehah, wanita separuh baya yang berjualan di Pasar Butun, Jalan MT Haryono, Balikpapan.

Menurutnya harga di Pasar Pandan Sari lebib murah dibanding pasar lain. Kalau harga dari sana sudah tinggi, pedagang di pasar lain kelimpungan.

Ia sendiri hanya bisa pasrah dengan kenaikan yanh super tinggi. Lantas, tak ada kah reaksi dan solusi dari Pemkot Balikpapan?

Ditanya itu, ia menjawab ketus. “Pemkot Balikpapan? Mana mau Mas mereka peduli sama kita. Pedulinya kalau pas kampanye saja,” keluhnya, Senin, 29/5/2017.

Ia sendiri tak tahu pasti kapan harga bisa stabil lagi. “Wortel saja segitu. Belum telur, daging dan lainnya. Ini akan naik terus Mas, apalagi sampai mau lebaran,” kesalnya.
Hal senada disampaikan Wati. Pedagang di Pasar Butun itu mengaku sepi pembeli lantaran kenaikan harga yang gila-gilaan. “Ini belum seminggu Ramadhan harga sudah tinggi. Kami jualnya juga bingung,” keluhnya.

Pun dengan Tini, salah satu pembeli yang ditemui di Pasar itu, Senin, 29/5/2017 sore, mengaku kaget dengan lonjakan harga.

“Biasanya saya beli wortel itu Rp 5 ribu sudah bisa dapat setengah kg. Sekarang Rp 12.500 hanya dapat seperempat kilo. Satu kilogramnya Rp 50 ribu. Parah banget mahalnya,” ujarnya. Bahkan ada yang menjualnya sampai Rp 60 ribu.

Para pedagang dan pembeli berharap kepedulian dari Pemkot Balikpapan. “Jangan cuma kampanye saja pedulinya. Selanjutnya masa bodoh,” kesal Tini. Klikbalikpapan.co