KPPU Sidak Pasar, Tiga Komoditas Mulai Mahal

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Kepolisian melakukan inspeksi ke pasar tradisional dan pasar modern yang ada di kota Balikpapan (5/5). Pasar tradisional yang dsambangi yakni pasar Klandasan. Pasar ini juga dijuluki “pasar selebriti” karena harga komoditas yang biasanya lebih mahal dari pasar tradisional lainnya.

Kepala KPPU Kantor Perwakilan Daerah Balikpapan, Ahmad Muhari menjelaskan, dalam inspeksi ini ditemukan harga beberapa komoditas yang mengalami kenaikan cukup signifikan seperti ayam potong yang kini berada di harga Rp50 ribu per ekor atau naik sebesar Rp10 ribu.

“Sudah lebih dari seminggu ini harga ayam potong naik cukup tajam dari yang biasanya cuma 15 ribu sampai 18 ribu Rupiah, sekarang mencapai Rp23 ribu per kilogram. Sehingga harga konsumen yang paling murah Rp40 ribu dan yang mahal Rp50 ribu,” kata Ahmad Muhari.

KPPU sendiri melihat stok ayam potong mencukupi sehingga pengawasan akan dilakukan hingga ke pengepul atau suplier. Apalagi beberapa produsen telah menyanggupi untuk ketersediaan ayam potong hingga usai Ramadan dan Idulfitri nanti.

“Kita sudah kerjasama dengan Polri dan dinas terkait untuk melakukan penyelidikan karena harga ayam potong itu cukup tinggi saat ini,” ungkapnya.

Apalagi Ramadan sisa 3 minggu lagi dan beberapa pedagang memprediksi akan kembali terjadi kenaikan saat memasuki bulan puasa. “Kita melihat tiitk mana yang menjadikan harga komoditas itu menjadi mahal. Apabila memang ada permainan distribusi maka akan kita serahkan ke Kepolisian,” tegasnya.

Sedangkan harga bawang putih juga mengalami lonjakan menjadi Rp55 ribu per kilogram. “Berdasarkan informasi yang kami dapat, bawang putih impor dari Tiongkok dan India dan dari daerah asalnya itu sudah ada permasalahan sehingga berdampak terhadap harga yang naik ketika sudah berada di Indonesia,” ucapnya.

Sementara harga komoditas lainnya seperti telur juga mengalami kenaikan yakni Rp1.600 per butir telur berukuran besar. Sedangkan harga daging sapi stabil di Rp120 ribu per kilogram. Termasuk beras, terigu. Kemudian harga bawang merah dan cabai dikabarkan mulai mengalami penurunan.

Kepala Dinas Perdagangan, Saufan menambahkan, bahwa Pemkot Balikpapan melakukan pendekatan kepada distributor untuk mencari titik yang menjadi penyebab naiknya harga komoditas. Selain itu, juga akan melakukan operasi pasar saat Ramadan. Rencananya Dinas Perdagangan melakukan operasi pasar selama tiga kali di setiap kecamatan.

“Mudah-mudahan sesuai dengan pakta integritas yang ditandatangani, distrrbutor bisa membantu menstabilkan harga komoditas menjelang Ramadan ini,” harapnya.

Pihak Kepolisian juga akan siap menindak tegas bila ditemukan adanya penyimpangan seperti praktik penimbunan yang membuat harga komoditas menjadi mahal. “Kalau memang ada indikasi penimbunan atau praktik kartel, maka akan kami tindak sesuai arahan Kapolda Kaltim dan Kapolri,” tegasnya. btv.prokal.co