Spekulan Diduga Mainkan Harga Ayam

BALIKPAPAN – Harga daging ayam yang naik turun menjadi perhatianKomisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) perwakilan Balikpapan jelang Ramadan. Diduga ada permainan dari spekulan yang sengaja mengambil keuntungan memasuki bulan puasa.

Menurut Kepala KPPU perwakilan Balikpapan Akhmad Muhari, jika pada minggu sebelumnya sempat mencapai harga Rp 50 ribu untuk ayam berukuran besar, akan tetapi pada saat sidak kemarin, harga ayam potong sudah turun menjadi Rp 45 ribu per ekor.

“Kami menduga ini (naik turunnya harga ayam) karena para spekulan-spekulan pengepul besar yang menaikkan harga kepada pedagang pasar dan mengambil keuntungan di situasi seperti ini. Itulah yang sedang kami telusuri,” ujarnya.

“Padahal, menurut kami stok ayam sebenarnya lumayan mencukupi untuk kebutuhan puasa hingga menjelang Lebaran,” sambungnya.

Selain dugaan tersebut, Akhmad juga berpendapat kemungkinan naik turunnya harga daging ayam potong di pasaran karena adanya surat dari Kementerian Pertanian mengenai adanya pembatasan produksi DOC (Day Old Chick/anak ayam umur sehari) pada Mei ini.

“Kita akan melihat apakah akibat berkurangnya produksi DOC tersebut sehingga mengakibatkan stok daging ayam di pasar menjadi berkurang,” ujarnya.

Terkait dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) terhadap tiga komoditas pangan, yakni gula pasir, minyak goreng dan daging beku, sejauh ini seluruh toko modern di Balikpapan sudah menerapkan. Akan tetapi, menurut laporan yang diterimanya, sejak seminggu terakhir stok minyak goreng kemasan 1 liter yang dijual Rp 11 ribu rupiah di salah satu toko retail modern sudah habis terjual.

“Laporannya seperti itu. Tapi kami sudah menagih janji distributor sebelumnya yang akan menyediakan stok tiga bahan pangan tersebut hingga menjelang Lebaran nanti,” pungkasnya.kaltim.prokal.co