Waspadai Penimbunan Jelang Ramadan Sidak ke Pasar, Wali Kota Soroti Ketimpangan Harga

BALIKPAPAN – Mendekati Ramadan yang diperkirakan jatuh pada 27 Mei mendatang, pemkot melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional dan modern di kawasan Balikpapan Kota, kemarin (16/5). Wali Kota Rizal Effendi menyoroti perbedaan harga yang cukup mencolok antara pasar tradisional dan pasar modern.

Khususnya pada komoditas bawang merah. Di mana di Pasar Klandasan dijual dengan harga kisaran Rp 35 ribu per kilogram. Namun, di pasar modern harganya mencapai Rp 60 ribu per kilogram.

“Kami sudah minta kepada mereka (pihak toko modern) untuk bisa menjaga agar perbedaan harganya tidak terlampau jauh dengan pasar tradisional. Tetapi saya serahkan kembali kepada masyarakat mau beli di sini atau di pasar tradisional,” kata Rizal di sela-sela tinjauan di salah satu pasar modern di Balikpapan Plaza.

Sementara di Pasar Klandasan, Rizal berkeliling menyambangi satu persatu lapak pedagang. “Berapa harga daging sapi sekarang?” tanya Rizal. “Masih tetap Rp 120 ribu sekilo Pak,” jawab penjual daging sapi.

Dari hasil penelusurannya, diketahui bahwa harga daging sapi masih belum mengalami perubahan yakni Rp 120 ribu per kilogram. Begitu pula harga ayam potong yang berkisar Rp 45 ribu untuk ayam potong seberat kurang lebih 1 kilogram.

Sedangkan untuk harga bawang putih masih tinggi di angka Rp 50 ribu. Harga cabai pun juga tergolong masih tinggi yakni untuk jenis cabai hybrid Rp 60 ribu per kilogram. Kenaikan mencolok terjadi pada jenis sayur-sayuran. Jika biasanya seikat bayam dijual Rp 5 ribu, pedagang menjual seharga Rp 12 ribu.

Kepada Rizal, pedagang sayur mengungkapkan tingginya harga sayur disebabkan cuaca buruk beberapa minggu terakhir. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan banyak sayur lokal yang kebanjiran. “Kebunnya kebanjiran makanya harga bayam lumayan naik,” ucap salah seorang pedagang sayur.

Usai berkeliling, Rizal menyebut sidak ini sekaligus memastikan jangan sampai dimanfaatkan sejumlah oknum untuk melakukan penimbunan barang yang bisa menyebabkan harga-harga melonjak karena kelangkaan. “Dari kepolisian sendiri ‘kan juga sudah menurunkan reserse untuk memantau agar jangan sampai ada penimbunan dan permainan stok,” tambahnya.

Mengenai apakah akan menggelar operasi pasar, Rizal menyebut ada kemungkinan nantinya bekerja sama dengan Bulog untuk menggelar operasi pasar yang menjual beras, gula, minyak goreng serta daging beku pada saat menjelang Idulfitri.kaltim.prokal.co