KPPU Balikpapan: Harga Pangan Saat Ramadan di Kaltim Relatif

Foto Berita KPPU Balikpapan: Harga Pangan Saat Ramadan di Kaltim Relatif
Balikpapan -Sejak adanya satgas pangan dan diberlakukan HET tiga komoditas, kondisi makanan jelang dan saat ramadan di Balikpapan relatif stabil.

Kenta ada lonjakan harga hanya komoditas bawang putih yang mengalami kenaikan signifikan hingga Rp80 ribu namun sejak beberapa hari kembali stabil ke Rp35 ribu.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Balikpapan menilai harga kebutuhan pokok dan komoditi pangan di harga pasar tradisional dan ritel modern stabil dan bisa terjadi gejolak harga di bulan ramadan. Bahkan pasokan tiga komoditi seperti gula, minyak goreng dan daging beku pasokanya dipastikan aman.

“Dari pantauan yang kita lakukan harga komoditi pangan terjaga dengan baik dan stabil. Cendrung tidak ada gejolak hanya sempat bawang putih. Bahkan tiga komoditi seperti Gula pasir, minyak goreng dan daging beku juga stoknya terjaga selama bulan ramadan, “kata Kepala Kantor Perwakilan Daerah KPPU Balikpapan Akhmad Muhari disela-sela buka puasa Selasa malam (6/6/2017).

Menurutnya, harga murah dibandingkan dengan tahun lalu harga komoditi pangan sekarang ini terkendali. Hampir tidak ada gejolak.

Dia juga menilai pelaksanaan fakta integritas para distrubutor untuk menjaga ketahanan stok pangan dengan baik bersama distributor.

“Stok sangat terjaga dan komitmen distributor terhadap Pakta Integritas yang dibuat dapat berjalan optimal. Masyarakat tidak perlu khawatir akan kebutuhan pangan,” imbuhnya.

Meski bisa dapat dengan cara yang lebih baik, lakukanlah rutinitas keagenan dan pedagang agar tidak ada praktik penimbunan atau menaikan harga wajar. Termasuk untuk tiga barang pokok yang dijual di retail modern masih sesuai Harga Eceran Tertinggi atau HET.

“Dari pantauan harga minyak goreng kemasan sederhana masih Rp11 ribu, gula pasir Rp12.500 per kilogram dan daging beku Rp80 ribu per kilogram. Kalopun sempat ada kekosongan minyak goreng di salah satu eceran karena stok yang habis dan dalam proses pengiriman,” ulas Muhari.

Dari informasi yang ada di dalam daerah termasuk Balikpapan, di Kaltim belum ditemukan kasus-kasus untuk bahan makanan mengatasi praktik curang penimbunan.

“Ini juga karena adanya satgas pangan yang banyak memberi pengaruh situasi ini untuk pasokan ketersedian di pasar,” tukasnya. (Andi Alive) wartaekonomi.co.id