KPPU Usulkan Denda Persaingan Usaha 30% dari Penjualan

KPPU Usulkan Denda Persaingan Usaha 30% dari Penjualan

KomisioneR KPPU Saidah Sakwan (kanan) berdiskusi dengan awak media di Pontianak saat acara buka puasa bersama sekaligus perayaan HUT ke-17 KPPU, Rabu (7/6).

PONTIANAK  – Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) kini genap berusia 17 tahun. Masih ada catatan penting yang akan dikerjakan KPPU dalam waktu dekat, satu di antaranya revisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Komisioner KPPU, Saidah Sakwan, mengatak Dalam revisi UU diusulkan untuk denda yang dikenakan bagi pelaku persaingan usaha itu maksimal 30 persen dari penjualan.

“Selama ini denda yang dikenakan hanya Rp 25 miliar. Itu sebenarnya tidak sebanding dengan kerugian yang diderita oleh konsumen keseluruhan,” katanya saat buka puasa bersama awak media di Pontianak, Rabu (7/6/2017).

Dia menjelaskan alasan KPPU tidak mematok nilai rupiah tapi memilih persentase, tujuan satu di antaranya untuk jangka panjang. “Misal kita tetapkan denda Rp 5 triliun ternyata 10 tahun akan datang nilainya ternyata kecil sekali. Nah, kalau kita pakai persentase ini bisa berlaku lebih efektif hingga ke depannya,” katanya.

Hal lain yang menjadi sorotan adalah definisi pelaku usaha. Saat ini kewenangan KPPU hanya menjangkau dalam negeri saja, sedangkan pelaku usaha dari luar yang berpotensi berdampak merugikan Indonesia atau dalam negeri, KPPU tak punya kewenangan. Jadi dengan adanya revisi ini pihaknya dapat memiliki wewenang. “Kita harapkan tahun ini kelar (amandemen UU),” sebutnya. (Nina Soraya)Tribunnews.com