2016, KPPU Awasi Lima Sektor Bidang Usaha

BALIKPAPAN – Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Balikpapan akan memprioritaskan pengawasan kegiatan usaha di bidang energi, pangan, kesehatan, logistik, dan infrastruktur yang ada di Kalimantan selama setahun mendatang.

Kepala Kantor KPPU Balikpapan Akhmad Muhari mengatakan pengawasan pada kelima sektor prioritas tersebut didasari oleh kasus-kasus kegiatan usaha yang dilaporkan kepada KPPU dan kasus yang telah dilakukan penegakan hukum selama satu tahun kemarin.

Menurutnya, sektor prioritas ini memang sudah tersusun dalam rencana selama lima tahun sejak 2014, lima sektor ini dijadikan prioritas karena banyak kasus yang terjadi dari sektor ini dan efek dari kasusnya cukup besar.

Diuraikannya, untuk sektor pangan dia akan mengawasi perdagangan beberapa komoditas prioritas, di antaranya daging sapi, daging ayam, garam, gula, beras, dan jagung. Menurutnya, rentan terjadi permainan harga yang dilakoni pihak tertentu pada perdagangan komoditas prioritas itu. “Apalagi, perdagangan komoditas dengan harga yang dimainkan oleh pihak-pihak tertentu akan memengaruhi laju inflasi kota dan kabupaten,” tambahnya.

“Harga daging ayam di Balikpapan misalnya, didapati harga jual di pasar tradisional mencapai Rp 55.000 per ekornya. Harga tersebut bahkan lebih mahal daripada harga jual di supermarket. Padahal sebelum libur Natal tiba, pemasok tentunya telah banyak memasok daging ayam ke para pedagang,” ucapnya kepada Kaltim Post kemarin (31/12).

Untuk investigasi lebih lanjut terkait harga ayam yang cukup tinggi pihaknya akan menunggu momentum libur Natal dan Tahun Baru ini selesai, kalau bulan depan harganya masih tinggi sudah bisa dipastikan ada penahanan pasokan untuk memainkan harga.

Sama halnya dengan daging ayam, harga bawang putih yang berfluktuatif pun kini tengah diawasi oleh KPPU. Fluktuasi harga komoditas tersebut, katanya, dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu temuan KPPU adalah menumpukkan pasokan di Surabaya karena terkendala perizinan impor ke luar daerah.

Untuk kesehatan, pihaknya tengah menelusuri peredaran obat yang cukup mahal. “Untuk melakukan penelusuran bidang kesehatan atau farmasi ini cukup sulit karena prosesnya sangat panjang dan melibatkan cukup banyak pihak mulai dari dokter, instansi, apoteker apotek, dan lain-lain.

Sementara itu, sepanjang tahun ini, KPPU Balikpapan telah menerima sebanyak 11 laporan kasus dan beberapa kasus telah ditangani hingga ke tahap penyelidikan hingga ke tahap penelitian inisiatif.

Dari sisi preventif, KPPU telah melaksanakan 16 kegiatan preventif, di antaranya audiensi, sosialisasi, dan pengawasan kemitraan. “Kalau sudah dijelaskan tentang undang-undang persaingan usaha tapi tetap masih melanggar, baru kami proses. Kalau sudah masuk ranah hukum ya tidak bisa ditoleransi lagi,” tutupnya.PROKAL.CO