Harga Melambung, KPPU Bidik Distributor Ayam Potong

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai kenaikan harga komoditas terutama ayam potong hingga Rp52 ribu per ekor di pasar tradisional saat menjelang Natal dan Tahun Baru sudah menjadi rutinitas tahunan. Padahal stok yang ada di suplier yakni peternak masih mencukupi.

Namun Kepala Kantor Perwakilan Daerah (KPD) KPPU Balikpapan, Akhmad Muhari juga mencurigai adanya permainan dari pedagang besar ayam potong. Pasalnya, pendistribusian ayam potong dari peternak hingga ke pasar memiliki saluran perantara.

“DI sektor itulah menjadi titik tolak harga ayam potong bisa melonjak, apalagi harga ayam di kandang sudah sesuai dengan biaya produksi peternak,” kata Akhmad Muhari.

Terlebih dengan adanya penetapan harga Day Old Chicken atau Ayam Hidup di Kandang, seharusnya bisa dihitung harga ayam potong di pasaran. “Harga DOC itu maksimal Rp29 ribu per ekor, jika sampai di atas Rp50 ribu maka bisa saja ada yang mencoba mempermainkan pasokan dan itu tugas KPPU untuk memberikan penegakan hukum,” jelasnya.

Stok terbatas biasanya menjadi alasan pedagang menjual ayam potongnya dengan harga tinggi. Meski KPPU kembali menegaskan bahwa stok ayam potong untuk kota Balikpapan mencukupi.

“Karena itu kan sistem ayam hidup yang harus dipelihara. Tidak bisa disetop. Beda dengan telur yang jika sudah diproduksi maka bisa disimpan,” tukas Akhmad Muhari.

KPPU juga mengungkap beberapa pelaku usaha sudah memprediksikan kebutuhan ayam potong untuk memenuhi kebutuhan Natal dan Tahun Baru mengalami peningkatan. Bahkan sudah dirancang sistem suplai untuk memenuhi kebutuhan dua hari besar itu.

“Kita melihat dari sisi suplier bahwa mereka sudah menghitung kebutuhan ayam potong di kota Balikpapan. Nah, dari situ ada perantara yang bisa mempermainkan harga ayam potong dengan alasan pasokan yang berkurang. Padahal di kandang sangat mencukupi kebutuhan,” bebernya.

KPPU segera melakukan investigasi terkait melambungnya harga ayam potong. Apalagi diketahui ada keinginan pedagang di pasar agar harga ayam potong yang sudah tinggi saat ini tetap bertahan hingga usai Tahun Baru 2017 nanti.

“Kita KPPU akan menyelidiki kasus ini, kalau memang ada unsur kesengajaan persaingan tidak sehat maka akan digiring masuk ke dalam perkara yang harus divonis. Bahkan Oktober lalu KPPU pusat sudah memutus bersalah 12 perusahaan karena terbukti secara sah melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha yakni bersepakat melakukan afkir dini ayam,” pungkas Akhmad Muhari. (en/BTV)Portal Kalimantan