KPPU Paparkan hasil market study kepada SATGAS PANGAN di POLDA KALBAR

PontianaPOLDA KALBARk– Kepala KPPU Kantor Perwakilan Daerah Balikpapan menjadi narasumber pada kegiatan Rapat Koordinasi dalam rangka menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di Provinsi Kalimantan Barat, bertempat di Ruang Rapat Graha Khatulistiwa Polda Kalbar, Senin (17/7/2017).

Turut hadir Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UMKM Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat, BULOG Divisi Regional Kalimantan Barat serta seluruh Kasatresrim dan Kanitreskrim di lingkungan POLDA KALBAR.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar.  “Maksud dari rapat koordinasi ini adalah memberikan gambaran tentang situasi pertanian di Kalimantan Barat khususnya produksi beras. Tujuanya adalah agar terdapat kesamaan persepsi dan kesesuaian dalam upaya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di Kalimantan Barat,” ungkapnya.

Akhmad Muhari menyampaikan KPPU telah melakukan market study beberapa komoditas pangan di seluruh Kalimantan. Adapun beberapa hal yang menjadi temuan KPPU terkait dengan  :

  1. Supply Side: pelaku yang paling berperan menentukan pola pembentukan harga adalah pedagang pengumpul. Kekuatan pedagang pengumpul semakin besar manakala merangkap sebagai petani yang memiliki pabrikasi (penggilingan beras);
  2. Demand side: pedagang besar yang mempunyai kekuatan menentukan dan merubah harga beras;
  3. Stok di pedagang pengumpul dan pedagang besar akan menentukan kelancaran distribusi yang pada akhirnya akan menentukan harga beras.

Kesimpulan dari Rapat Koordinasi ini adalah (1) Meningkatkan kesejahteraan petani dan melindungi konsumen dengan harga murah, (2) Menekan disparitas harga beras di Produsen dan di Konsumen, (3) Memperlancar arus distribusi pangan, (4) Mencegah penimbunan beras dan mengeluarkan stock di gudang-gudang minimal 50%. tutup Mahyudi