KPPU Dorong Penyesuaian Harga Acuan

Balikpapan-Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendorong penyesuaian harga acuan Rp9 ribu per kilogram (kg) untuk beras medium seperti yang sudah ditetapkan pemerintah. “Karena pemerintah sudah menetapkan harga acuan kami akan cari tahu apa yang menjadi penyebab harga dijual di atas acuan tersebut,” ulas Kepala kantor Perwakilan Daerah Ahmad Muhari menjawab Balikpapan Pos, Minggu (23/7). Apalagi harga acuan dianggap level ideal dan bukan tidak mungkin untuk diikuti. “Pemerintah tentu sudah berhitung sebelum menetapkan. Tapi karena sifatnya acuan, maka tidak wajib seperti HET (Harga eceran tertinggi, Red),” ulasnya kemudian.

Adapun harga beras medium dipasaran, menurut pantauan dia, berkisar Rp10.500. “Kalau bisa turun Rp1.000 per kg sudah bagus karena sifatnya harga acuan,” sambungnya. Pemantauan pun dilakukan sejalan dengan tugasnya sebagai wasit monopoli. Melakukan pengawasan jalur distribusi dari hulu hingga hilir untuk mencegah terjadinya kartel dan memantau ketersediaan pasokan agar tetap seimbang sehingga terhindar dari aksi permainan harga.

Ya, pangan salah satu dari lima sektor ekonomi yang menjadi fokus utama dalam upaya menghindarkan praktik persaingan usaha tidak sehat. Keempat sekotr lainnya yakni infrastruktur, kesehatan, energi dan transportasi. Prioritas pengawasan kelima sektor usaha tersebut secara teknis berperan besar mendorong efisiensi usaha dan mengurangi  inflasi.

Khusus sektor pangan ada tujuh komoditas yang diawasi. Masing-masing beras, daging sapi, ayam potong, garam, gula pasir, bawang putih dan jagung. Namun untuk mengendus indikasi terjadinya kartel, KPPU hanya bisa menindak distributor. Sementara untuk pedagang kecil, pengawasan dan pembinaannya diserahkan ke pemerintah.

Sementara itu saat ini, masih menurut dia lagi, sejumlah harga di beberapa pasar tradisional terpantau stabil yang diikuti dengan ketersediaan pasokan yang memadai. Itu karena tingkat konsumsi cenderung stabil karena tidak ada momentum tertentu yang memompa kebutuhan. Iduladha momentum terdekat yang dapat mengerek kembali animo konsumsi pasca Idulftri lalu. (dra). PROKAL.CO