Polda Kaltim dan Bulog Koordinasi Ketahanan Pangan

Kapolda Kaltim: Satgas Pangan Jalan Terus, Tidak Hanya Saat Ramadhan

BALIKPAPAN, Poldakaltim.com,— Polda Kaltim bersama dengan Perum Bulog mengadakan Rapat Koordinasi dan Sosialisasi tentang ketahanan pangan di Provinsi Kaltim dan Kaltara yang berlangsung di Gedung Rupatama Mapolda, Selasa (22/8/2017), yang dihadiri oleh Wakapolda Kaltim, Pejabat Utama Polda Kaltim dan jajaran Perum Bulog maupun instansi terkait.

Sosialisasi dibuka dengan mendengarkan paparan Kapolda Kaltim Irjen Pol Drs. Safaruddin terkait peran kepolisi terhadap ketahanan pangan di Kaltim dan Kaltara. “Alhamdulillah harga pangan pada saat Ramadhan dan Idul Fitri stabil. Kami ucapkan terimakasih kepada Satgas Pangan, KPPU, dan instansi terkait. Satgas Pangan terus berlanjut, bukan hanya saat Ramadhan, apalagi masalah garam langka,” kata Kapolda Kaltim.

 

Kapolda Kaltim menjelaskan, polisi ikut mengurusi pangan karena memang ini tugas polisi untuk melakukan langkah diteksi dini, preventif dan preentif dalam penegakan hukum dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kalau harga stabil masyarakat dapat menjangkau. Daripada masyarakat masyarakat tidak bisa menjangkau, semakin marah dan kemungkinan ada yang melakukan tindak pidana mencuri atau menipu.

“Pekerjaan polisi ketika harga stabil, kejahatan menurun. Polisi modern lebih mengedepankan comunity polisi Polmas,” kata Kapolda Kaltim.

Dirreskrimsus Polda Kaltim saat memberikan paparan

Dalam sosialisasi ini, terungkap posisi bahan pokok pada minggu keiga Agustus sebanyak 14.635 ton beras Bulog. Non Bulog sebanyak 40.273 ton dan cukup untuk kebutuhan 6,5 bulan ke depan. Sedangkan produk garam yang sempat mengalami kenaikan harga akibat menghilang di pasaran, saat ini tersedia garam konsumsi 190 ton, garam sudah kemasan 44,7 ton, dan dalam perjalanan 40 ton. Stok ini cukup 10 hari ke depan.

Kapolda Kaltim juga menegaskan tetap melakukan pendataan semua distriburor dan pengecekan dilakukan setiap hari. Dengan kegiatan ini, harga cukup stabil. Disarankan pula agar adanya penambahan transportasi untuk beras, gula, telur, daging dari pelabuhan ke gudang, dan distributor. “Yang kita kontrol jangan sampai pengusaha memanfaatkan kebutuhan masyarakat meningkat. Jangan sampai harga di pasar naik, tapi di gudang menumpuk. Ini salah satu strategi mereka untuk meraup keuntungan besar,” katanya. (Humas Polda Kaltim). www.poldakaltim.com