Kandang Peternak Ayam disidak Kepala KPD Balikpapan

Balikpapan(27/7)-Menindaklanjuti informasi serta temuan di pasar terkait mahalnya harga telur dan daging ayam, maka Abdul Hakim Pasaribu selaku Kepala KPD Balikpapan langsung melakukan sidak ke Kandang di daerah KM 10 poros Balikpapan-Samarinda. Ada beberapa faktor yang menyebabkan  harga ayam naik yaitu: 1). Pasokan DOC berkurang sehingga harga DOC naik. Beberapa kandang berkurang pasokan DOC-nya sehingga produksi ayam broiler juga berkurang 2). Pengaruh pelarangan AGP (Antibiotic Growth Promoter) pada pakan menyebabkan feed consumption ratio pakan  semakin tinggi  berdampak pada meningkatnya kebutuhan pakan untuk mencapai berat ayam tertentu plus daya tahan ayam menjadi berkurang 3). Pengaruh Dollar menyebabkan harga pakan naik, dimana berdasarkan hasil pemantauan di kandang harga ayam hidup sudah mencapai Rp 26.000 per kilogram. Biasanya harga ayam di konsumen 1,6 kali dari harga ayam di kandang atau sekitar Rp.41.000 per kilogram.

Hasil sidak ke peternak telur lokal, terkait dengan DOC tidak ada masalah akan tetapi harga pakan mulai naik. Peternak lokal mengikuti harga telur di pasaran karana 90% telur yang masuk ke Balikpapan mayoritas datang dari Jawa Timur. Berdasarakan data yang diperoleh dari Balai Karantina Pertanian Balikpapan, memang pasokan telur sejak bulan Mei s.d Juli menurun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Informasi dari distributor disampaikan bahwa pasokan dari Jawa Timur berkurang dan harga mahal karena di daerah sentra telur di Blitar dan Kediri mengalami penurunan produksi.

“Minggu depan KPPU Balikpapan akan melakukan sidak ke Sentra Telur di Jawa Timur dalam rangka melihat penyebab pasti turunnya produksi telur. Apakah karena dampak AGP atau ada penyebab lain, hal ini dikarenakan  di peternak telur tidak ada pengaruh produksi dimana harga mengikuti harga pasar” tutup Abdul Hakim. (is)