Harga Telur dan Daging Ayam Mahal: Satgas Pangan Polda Kaltim berkoordinasi dengan KPPU

Balikpapan (31/7)-Kasubdit I Indagsi, AKBP Seber R Kombong selaku Satgas Pangan Polda Kaltim melakukan koordinasi dengan Abdul Hakim Pasaribu selaku Kepala KPD KPPU Balikpapan. Pertemuan ini dilaksanakan di Gedung Keuangan Negara Lt.3, Jalan Ahmad Yani Balikpapan, adapun yang dibahas diantaranya terkait  pasokan dan harga telur serta daging ayam mulai dari peternak sampai dengan penjual di pasar. “Kepolisian akan melakukan tindakan apabila terjadi penimbunan barang yang menyebabkan terjadinya kelangkaan di pasar”. ungkap Seber.

Telur ayam sangat sulit untuk dilakukan penimbunan dikarenakan daya tahannya yang sangat pendek kurang dari 1 bulan (apabila lebih akan berkurang kualitasnya). Hal ini berbeda dengan daging ayam beku yang dapat disimpan dalam jangka waktu lama, akan tetapi tidak banyak perusahaan yang memiliki  pendingin serta preferensi konsumen yang lebih menyukai daging ayam segar dibandingkan yang beku.

Satgas Pangan Polda Kaltim akan memanggil PINSAR (Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia) Kalimantan Timur serta  mendatangi Perusahaan Integrator Peternakan ayam untuk mengetahui bagaimana pasokan dan harga telur dan daging ayam.

Abdul Hakim Pasaribu menyampaikan bahwa KPPU sangat hati-hati dengan  tidak menyimpulkan secara  langsung apakah telah terjadi kartel pada komoditas telur dan daging ayam ini. Struktur pasar komoditas ayam ini adalah oligopoli, hampir 80% dikuasai oleh koorporasi sisanya 20% peternak mandiri. Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan, Indonesia jika dibandingkan negara ASEAN lainnya memiliki biaya produksi, harga pakan dan harga DOC yang paling tinggi.

“Data dan informasi yang akurat merupakan hal yang sangat penting bagi KPPU, kami telah melakukan sidak ke peternak dan menerjunkan tim untuk selalu memantau harga di pasar. Selain itu juga, kami meminta data dan informasi dari pelaku usaha, Balai Karantina Pertanian serta stakeholder lainnya. Diharapkan pertemuan ini dapat membantu mencari jalan keluar kenaikan telur dan daging ayam ras sehingga harga menjadi stabil” tutupnya. (is)