Harga Udang Tergantung Kesepakatan

TARAKAN – Penurunan harga udang yang terjadi, membuat petambak merugi. Meski begitu, pihak clod storagemenegaskan bahwa pihaknya tidak bersentuhan langsung dengan para nelayan, namun melalui pengepul lebih dulu. Sehingga jumlah harga udang tergantung dari kesepakatan antara cold storage dan pengepul.

Kepala Personalia PT. Sumber Kalimantan Abadi (SKA) Kota Tarakan, Hengky mengatakan bahwa pada dasarnya harga udang memang sering mengalami naik turun harga. Sayangnya, pihaknya tidak dapat menjelaskan harga pembelian udang, dikarenakan selama ini selalu mengambil udang dari para pengepul.

“Jadi kalau nelayan jualnya tidak langsung ke sini, tapi ke pengepul dulu. Baru dijual ke cold storage yang ada,” tuturnya.

Jika melakukan pembelian harga udang, pihaknya selalu mengikuti harga yang berlaku di pasaran dan tergantung dari pengepul. Sedang penentuan dengan harga dollar, baru akan digunakan saat melakukan ekspor udang beku ke luar negeri.

“Bukan pembelian dari kurs dollar, karena kalau membeli di sini kan tetap hitungan rupiah, kecuali kalau ekspor barang keluar itu baru dari masing-masing perusahaan yang menentukan penjualan barangnya di luar,” jelasnya.

Saat ditanyakan jumlah pembelian udang dengan ukuran size, Hengky mengatakan belum mengetahui jelas, sebab dalam sebuah perusahaan terdiri dari masing-masing bagian. Nah, demikian pula PT. SKA yang memiliki bagian pembelian udang, sehingga dirinya tidak cukup memahami harga udang per sizenya saat ini.

“Yang saya tahunya cuma ton hasil, yang dibeli berapa yang dijual berapa. Tapi kalau nego harganya itu tergantung dari hasil nego antara pengepul dan bagian pembelian udang,” ucapnya.

Dalam melakukan pembelian udang, pihaknya akan menemukan harga pokok dan harga komisi. Harga pokok merupakan harga pembelian udang langsung, sedangkan harga komisi merupakan biaya operasional. Nah, dalam melakukan pembelian udang, SKA biasanya mengambilnya secara acak dari pengepul yang ada, seperti Beringin, Juata Laut dan sebagainya.

Disinggung soal ketidakhadiran SKA dalam rapat bersama petambak dan dinas terkait tentang pembahasan harga udang, Hengky mengatakan bahwa pihaknya tidak hadir lantaran belum menerima undangan langsung dari DPRD Tarakan.

“Kalau undangan dari Jakarta kami ada, dan kami datang. Tapi kalau undangan dari DPRD Tarakan itu kami belum ada. Kalau ada (undangannya) kami pasti datang karena selama ini setiap ada undangan dari pemerintah kami selalu penuhi,” pungkasnya. Sumber : http://kaltara.prokal.co