KPPU KPD Balikpapan Kumpulkan Perusahaan Cold Storage Tindaklajuti Dugaan Kartel Industri Perikanan Tambak di Kaltara

Tarakan (10/9)- Seluruh perusahaan Cold Storage di Tarakan  berkumpul di Sekretariat Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kalimantan Utara dalam rangka menghadiri undangan KPPU Balikpapan terkait dengan pengumpulan data informasi dalam industri Perikanan Tambak di Kalimantan Utara. Abdul Hakim Pasaribu memimpin langsung pertemuan ini, beliau menyampaikan bahwa hal ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja dari Anggota DPRD Kota Tarakan ke Kantor Pusat KPPU di Jakarta terkait dengan isu-isu persaingan usaha untuk komoditas udang di Kota Tarakan.

Berdasarkan pengumpulan data dan informasi, Kalimantan Utara merupakan salah satu daerah pengekspor udang terbaik di Indonesia, hal ini didukung dengan banyaknya perusahaan Cold Storage baik PMA maupun PMDN yang beroperasi di Kota Tarakan.  KPPU telah mendapatkan dokumen resmi terkait dengan kesepakatan harga udang yang ditanda tangani oleh seluruh perusahaan cold strorage, “Kesepakatan harga yang ditetapkan ini merupakan bukti adanya kartel dan melanggar Pasal alam pasal 11 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dimana Pelaku usaha dilarang membuat perjanjian, dengan pelaku usaha saingannya, yang bermaksud mempengaruhi harga dengan mengatur produksi dan atau pemasaran suatu barang dan atau jasa, yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat” pungkas Abdul Hakim.

Chandra selaku Direktur dari PT Sabindo mengungkapkan bahwa  selang beberapa hari, masing-masing perusahaan Cold Storage langsung menerbitkan tabel harga yang berbeda dimana niat awal penyatuan harga pokok dan komisi tersebut adalah untuk memenuhi keinginan Gerakan Bela Petani Tambak Tarakan. “Kami tidak tahu apabila kesepakatan harga tersebut melanggar UU 5 1999, sehingga Disperindag Kota Tarakan langsung memberikan masukan agar kesepakatan harga tersebut dihapuskan selanjutnya perusahaan menerbitkan tabel harga sendiri-sendiri” ungkapnya.

KPPU akan mengawasi industri udang ini karena jalur distribusi yang panjang dari mulai Petambak–>Pengepul 1–>Pengepul 2 –> Perusahaan Cold Storage, di lapangan Perusahaan Cold Storage berlomba-lomba bersaing mendapatkan pasokan udang dari petambak hal ini dikarenakanjumlah pasokan udang yang ada di tambak lebih sedikit dibandingkan jumlah permintaan khususnya untuk pasar ekspor.  “Struktur pasar berbentuk pasar oligopsoni, hal ini dapat dilihat lemahnya posisi tawar dari petambak udang” tutup Abdul Hakim. (is)