Tarif Angkot Tak Menentu

NUNUKAN – Tarif angkutan kota (angkot) untuk seputar wilayah Pulau Nunukan, terkadang tak menentu. Tidak lagi sesuai ketentuan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Nunukan.

Seperti diungkapkan salah seorang warga Jalan Pelabuhan, Kelurahan Nunukan Timur, Rustam, bahwa untuk tarif angkot sering berubah, sesuai dengan keinginan sopir. Tak menyesuaikan dengan tarif yang telah ditentukan pemerintah. “Saya pernah naik angkot dari daerah pelabuhan ke Jamaker, diminta Rp 15 ribu per orang. Kemungkinan diminta tambah karena ada barang yang dibawa,” kata Rustam.

Agar calon penumpang tidak kaget, kata Rustam, sebaiknya sebelum menaiki angkot perlu ditanyakan tarif. Karena sopir pasti akan bertanya tujuan terlebih dahulu. Jika jauh akan disampaikan tarif yang diinginkan. Bahkan jika mahal, penumpang bisa negosiasi.

Menurutnya pun, seharusnya tiap angkot perlu dipasang papan tarif. Sehingga penumpang tak perlu bertanya lagi. Serta arah tujuan angkot jelas, misalkan tujuan Jalan Pelabuhan ke Alun-Alun. Untuk angkot lain ditentukan seperti itu. “Coba lihat di kota lain, angkot jelas arah tujuannya. Jadi tidak bercampur-campur dan perlu ada keterbukaan tarif angkot yang sebenarnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Nunukan, H. Laoding mengatakan, selama ini angkot mengalami penurunan setoran, karena jumlah penumpang kian hari kian menurun, sehingga pemasukan untuk sopir angkot sangat minim. “Perlu dimaklumi para sopir ini, penumpang tidak selalu ada,” kata H Loading.

Saat ini sopir angkot hanya berharap dari penumpang di Pelabuhan Tunon Taka serta di Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung. Sedangkan untuk tempat lain sangat sulit untuk mencari penumpang. Sedangkan tarif yang dikenakan hingga saat ini tak pernah berubah.

Terpisah, Kepada Bidang (Kabid) Perhubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Nunukan, Mahyuddin juga mengatakan saat ini pendapatan sopir angkot sangat minim. Dapat dilihat dengan kondisi Nunukan yang sangat sepi dengan penumpang. “Di Nunukan sangat berbeda dengan daerah lain, untuk menggunakan angkot sangat kurang. Sehingga pendapatan angkot sangat kurang,” kata Mahyuddin.

Ia menjelaskan, untuk tarif angkot telah ditentukan, baik dalam kota maupun luar kota. Sesuai dengan perhitungan yang telah ditetapkan, mulai dari perbaikan kendaraan, ganti oli, cuci kendaraan dan paling utama adalah jarak. “Tapi tarif belum ada perubahan, masih menggunakan tarif lama, untuk dalam kota Rp 5 ribu. Sedangkan jarak luar kota Rp 10 ribu,” ujarnya. Sumber : http://balikpapan.kppu.go.id