Tarif Bagasi Berbayar Turun, Kepala Otban : Banyak Keluhan Masyarakat Sampai ke Pak Menteri

Tarif Bagasi Berbayar Turun, Kepala Otban : Banyak Keluhan Masyarakat Sampai ke Pak Menteri

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Sejak diterapkan tarif bagasi berbayar oleh maskapai Lion Air dan Wings Air pada 22 Januari silam, pro dan kontra ikut lahir.

Namun kebanyakan datang keluhan publik yang muncul, lantaran menilai kebijakan tersebut memberatkan penumpang pesawat.

Kendati demikian baru-baru ini (7/2/2019) dilakukan penyesuaian tarif. Hal itu mengingat desakan publik serta rasionalisasi tarif yang dievaluasi oleh Kementerian, maskapai dan pihak terkait lainnya.

Untuk diketahui sesuai permintaan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, maskapai Lion Group yang menerapkan Bagasi Berbayar, PT Lion Mentari Airlines dan PT Wing Airlines, mengeluarkan kebijakan penyesuaian harga excess baggage ticket (EBT) yang mulai efektif sejak 7 Februari 2019.

EBT merupakan tata cara pembelian bagasi di check in counter. Sedangkan prepaid merupakan tata cara pemesanan voucher_bagasi pada saat reservasi tiket pesawat 6 jam sebelum keberangkatan.

Tarif EBT merupakan harga normal yang sedikit lebih mahal dibandingkan prabayar. Mahalnya tarif EBT menimbulkan banyak keluhan para penumpang setelah diterapkannya bagasi berbayar oleh Lion Group.

“Kemarin terasa (penurunan penumpang) sejak 22 Januari diterapkan. Banyak keluhan masyarakat sampai ke telinga Pak Mentri dan Dirjen. Tapi sekarang sudah dilakukan evaluasi dengan maskapai. Sangat signifikan turunnya (tarif),” ungkap Kepala Otban VII Balikpapan, Alexander Rita, Minggu (10/2/2019).

Sebut Alexander, penurunan tarif yang diklaim signifikan tersebut dilakukan guna memberikan kenyamanan pengguna jasa. Khususnya calon penumpang Lion Air dan Wings Air.

“Penurunan sangat signifikan, saya belum hitung presentasi. Itu masing-masing rute. Dengan evaluasi harga itu, harapannya masyarakat dapat menerima,” tuturnya.

“Selama ini yang dirasakan masyarakat terlalu besar nilainya. Kita evaluasi, tarif yang sekarang semoga dapat dipahami dengan baik,” tambahnya. (Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani)TribunKaltim.com