KPPU Balikpapan Antisipasi Permainan Harga Jelang Ramadan

BALIKPAPAN – Sebulan menjelang Ramadan, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Balikpapan mulai melakukan pemantauan harga, untuk mencegah permainan harga pada saat Bulan Suci.

“Untuk sekarang, (harga-harga) masih cenderung normal, seperti ayam dan telur. Memang ada kenaikan seperti cabai, tapi itu faktor cuaca,” kata Ketua KPPU Balikpapan, Abdul Hakim Pasaribu, Kamis (11/4/2019).

Telur, ayam dan cabai merupakan jenis bahan pokok yang sering mengalami kenaikan harga di saat Ramadan, selain daging. Tahun lalu, KPPU melakukan sidak ke rumah potong hewan untuk memastikan ketersediaan pasokan daging sapi. Juga saat memastikan tersedianya ayam broiler dan telur.

“Pemerintah Kota Balikpapan harus memastikan jalur distribusi komoditas dari luar daerah, terjamin. Hal ini terutama untuk mengatasi pasokan daging yang sering kali berkurang. Akibatnya harga daging sapi naik,” katanya.

Di satu sisi, ia memuji alternatif kebijakan menambah pasokan daging melalui impor daging beku, baik daging sapi maupun kerbau. “Upaya itu cukup berpengaruh menahan kenaikan harga daging sapi,” imbuhnya.

Meski diakui, masyarakat Balikpapan belum menjadikan daging beku atau kerbau sebagai pilihan utama. “Masih banyak yang lebih memilih daging segar. Padahal, selisih harganya lumayan, bisa mencapai Rp40 ribu. Bagaimana supaya masyarakat mau beralih ke komoditas alternatif,” bilang Abdul Hakim.

KPPU menyarankan pemerintah kembali membuat pasar Ramadan untuk menyeimbangkan harga kebutuhan. KPPU juga teribat sebagai Satgas Pangan bersama Polda Kaltim, juga Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) dan Bank Indonesia.

Sesuai kewenangannya, KPPU melaksanakan survei pasar untuk menyandingkan data-data pasar tradisional dari Dinas Perdagangan.(www.cendananews.com) FeryCahyanti