27 Ton Daging Kerbau India Masuk Balikpapan

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Badan Urusan Logistik Divisi Regional Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bulog Divre Kaltimra) mendatangkan 27 ton daging beku. Komoditas yang berasal dari kerbau itu dikirim dari Jakarta untuk memenuhi kebutuhan Hari Raya Idulfitri.
Kepala Bidang Pengadaan Operasional Pelayanan Publik Bulog Drive Kaltimra, Agung Setiabudi mengatakan, daging beku yang akan tiba dalam waktu dekat ini bakal didistribusikan ke Rumah Pangan Kita (RPK) Santi Sembako dan pasar-pasar tradisional.
“27 ton itu cuma untuk memenuhi kebutuhan warga Kota Balikpapan saja. Nantinya daging itu masuk lewat pelabuhan,” kata Agung Setiabudi, Minggu kemarin (19/5/2019).
Ia berkata, daging kerbau itu merupakan komoditas impor dari India. “Dagingnya memang dari kerbau yang sengaja diternakan untuk konsumsi,” ucapnya.
Kebutuhan daging di Kota Balikpapan diakuinya cukup tinggi sehingga pemasarannya turut melibatkan RPK yang merupakan binaan Bulog. Keberadaan RPK juga untuk menstabilkan harga bahan pokok yang kerap melonjak saat Ramadan hingga menjelang lebaran.
Di sisi lain, Kepala Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah V Balikpapan, Abdul Hakim Pasaribu meminta masyarakat lebih bijak dan cerdas dalam mengonsumsi kebutuhan daging.
“Daging beku itu merupakan alternatif, harganya bersaing sampai Rp40 ribu dan Rp50 ribu. Itu bisa saving buat konsumen,” kata Abdul Hakim Pasaribu.
KPPU pun berharap peranan media massa untuk mengedukasi masyarakat agar kenaikan harga daging tidak setinggi lonjakan bawang putih beberapa waktu lalu.
“Daging beku kan komoditas subtitusi, artinya sebagai pengganti ketika harga daging sapi segar di pasaran melambung. Kecuali kalau nggak ada penggantinya seperti bawang putih,” jelasnya.
Untuk diketahui, harga daging sapi segar di pasar tradisional paling mahal Rp135 ribu per kilogram. Harga tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp15 ribu dari Rp120 ribu per kilogram.
“Jelang lebaran diperkirakan bisa naik kembali. Kalau pengalaman tahun lalu malah mencapai Rp140 ribu per kilogram di Pasar Klandasan,” sebutnya.
Ditambah lagi sapi yang diambil dagingnya bukan produksi peternak yang ada di Kota Balikpapan. Melainkan didatangkan dari luar daerah seperti Palu dan Gorontalo.
“Daging sapi bukan pabrikasi yang harus ditingkatkan ketika kebutuhannya tinggi. Makanya pemerintah memberikan alternatif, subtitusi atau mengganti dengan daging kerbau beku,” terangnya.
KPPU mengungkap Rumah Potong Hewan (RPH) menyembelih 10 ekor sapi per hari sepanjang Ramadan ini. “Biasanya ada peningkatan saat dekat lebaran,” pungkasnya. (Penulis / Editor : Hendra)www.korankaltim.com