KPPU Balikpapan: Kenaikan Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Ramadhan Tahun Ini Masih Wajar

KPPU Balikpapan: Kenaikan Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Ramadhan Tahun Ini Masih Wajar
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Lonjakan harga bahan pokok di seluruh pasar tradisional saat memasuki bulan puasa dan menjelang hari raya Idul Fitri seakan sudah menjadi situasi tahunan.

Kenaikan harga bahan pokok pada Ramadhan 2019 ini dinilai terbilang wajar.

Hal itu dikatakan oleh kepala Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah (Kanwil) V Balikpapan, Abdul Hakim Pasaribu saat ditemui Tribunkaltim.co, Sabtu (25/5/2019)

Abdul Hakim Pasaribu mengatakan kenaikan harga bahan pokok saat memasuki bulan puasa dan menjelang hari raya Idul Fitri seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan bahan pokok di pasaran oleh masyarakat.

“Kenaikan bahan pokok pada puasa tahun ini masih stabil. Artinya masih wajar bukan berarti tidak naik, tapi kenaikan itu masih wajar,” kata Abdul Hakim.

Ia menjelaskan langkah dan upaya pemerintah dalam menahan lonjakan harga kebutuhan pokok sudah jauh lebih maksimal.

Harga daging sapi misalnya, pemerintah sudah mendistribusikan 170 ribu ton daging beku dari Jakarta untuk memenuhi kenutuhan warga Balikpapan.

“Langkah dan upaya pemerintah sudah jauh lebih bagus dalam menekan kenaikan harga bahan pokok. Sudah mendatangkan daging beku dari Jakarta, ini untuk menekan tingginya harga daging,” Lanjutnya

Disinggung mengenai faktor yang menjadi pemicu terjadi kenaikan harga bawang putih di kota Balikpapan yang sempat heboh beberapa waktu lalu, KPPU menyebutkan belum ada temuan indikasi persaingan usaha yang tidak sehat.

Namun pihaknya berkesimpulan bahwa lonjakan harga bawang putih beberapa waktu lalu disebabkan oleh beberapa faktor.

Di antaranya faktor keterlambatan distribusi logistik, kenaikan biaya distribusi, dan kelangkaan stok bawang putih dikarenakan para petani mengalami gagal panen.

“Belum ada kita temukan persaingan usaha yang tidak sehat. Kami berkesimpulan bahwa kenaikan harga bawang putih beberapa waktu lalu karena faktor ketersediaan stok, keterlambatan distribusi, sampai biaya distribusi yang naik,” katanya

Terpisah, Andi Baco (38) warga Balikpapan Barat yang mengaku sering berbelanja kebutuhan pokok di pasar tradisional yang ada di kota Balikpapan menilai, kenaikan harga bahan pokok pada puasa tahun ini tidak begitu signifikan dan masih terjangkau.

“Hampir semua bahan pokok di Balikpapan ini rata-rata naik, tapi naiknya tidak terlalu tinggi dan masih bisa terjangkau,” katanya kepada Tribunkaltim.co,

Pria yang akrab disapa Andi itu juga membandingkan kenaikan harga bahan pokok pada puasa tahun 2018 lalu menurutnya lebih tinggi dibanding tahun 2019 ini.(Zainul)kaltim.tribunnews.com